Setjen Wantannas dan KRKP Universitas Indonesia Sosialisasikan Bela Negara

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas) Letjen TNI Doni Monardo menggelar pertemuan dengan KRKP UI, Komite Riset Kedaulatan Pertahanan Universitas Indonesia yang mewadahi kegiatan riset bersama dosen peneliti SISSOS sistem sosial kemasyarakatan dengan para mahasiswanya yang konsens terhadap pencapaian kemakmuran rakyat, pada Jumat (28/12/2018), bertempat di Ruang Rapat Situation Room Lantai 5B Kantor Setjen Wantannas.

Civitas Universitas Indonesia (UI) yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Rosari Saleh membawa serta beberapa mahasiswa untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Sementara, Sesjen Wantannas didampingi oleh Pejabat Eselon I dan II diantaranya Sahli Bid. Iptek Dr. Ir. Hendri Firman Windarto, M.Eng dan Bandep Urs. Infolahta Brigjen TNI Drs. Abdul Shamad, M.Sc.

Pada awal sambutan, Sesjen Wantannas menyampaikan keinginannya agar Program Bela Negara yang sudah didukung oleh pemerintah ini bisa bersinergi dengan banyak pihak. Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi bangsa Indonesia saat ini khususnya generasi muda yang jumlahnya mencapai 40% dari jumlah keseluruhan penduduk.

Oleh karenanya, Setjen Wantannas harus bisa merangkul begitu banyak elemen bangsa terutama dari kalangan mahasiswa yang memiliki energi luar biasa untuk membangun bangsa ini. Sedangkan bagi pihak-pihak yang sudah lebih dulu berkecimpung di lingkungan pemerintahan, agar memberikan sebuah warna baru kepada generasi yang akan datang, sehingga secara kualitas jauh lebih baik dibandingkan dengan generasi yang hari ini memimpin bangsa Indonesia.

Lebih dalam Sesjen Wantannas memberikan penjelasan tentang Program Bela Negara. “Program Bela Negara ini, yang selama bertahun-tahun banyak dipertanyakan dan mungkin kesannya tidak semua postif, maka Setjen Wantannas coba memberikan warna baru yang tentunya sangat berbeda dengan apa yang telah diketahui dan dipahami selama ini. Bela negara yang cederung militeristik, kita akan coba menemukan sebuah formulasi baru,” ujar Sesjen Wantannas.

Formulasi bela negara yang ditawarkan oleh Setjen Wantannas adalah sebuah formulasi yang tidak identik dengan militerisme. Bela negara, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 UUD 1945 ayat 3 yang berbunyi bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Dalam hal ini mengandung arti, siapapun orangnya, punya kewajiban dan hak yang sama dalam membela negara.

Oleh sebab itu, Setjen Wantannas pun memakai istilah khusus untuk bela negara yaitu “bela negara untuk kemakmuran rakyat”. Diharapkan, nantinya istilah ini bisa menjadi kata-kata yang melekat dalam alam pikiran kita untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kemakmuran dalam istilah ini mengandung nilai persatuan, kesatuan, keadilan, kesetaraan serta kesejahteraan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor UI Prof. Rosari Saleh mengatakan bahwa UI sudah membuat kesepakatan dengan Setjen Wantannas untuk membuat program-program di bidang riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi yang nantinya dikolaborasikan bersama. Dari kesepakatan tersebut, diharapkan agar mahasiswa UI tidak hanya menguasai satu bidang saja, tapi juga menguasai bidang-bidang yang lain.

Sumber artikel

Leave a Reply