Artikel ini telah tayang di Beritasatu.com pada Sabtu, 15 Juli 2017 | 14:54 WIB

UNIVERSITAS INDONESIA (UI) melakukan pendekatan teknologi untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan. Salah satunya adalah dengan melakukan digitalisasi submisi tugas akhir. Digitalisasi tersebut menggantikan mekanisme manual yang sebelumnya digunakan. Sistem penyimpanan karya ilmiah ini disebut dengan UIANA.

Paper-paper yang selama ini didiamkan di UIANA dikelola oleh Kantor Pengelolaan Produk Riset dan Inovasi sedemikian rupa agar layak muat di penerbit terindeks. Untuk mengoptimalkan karya ilmiah yang sudah dikelola dengan baik, UI menyelenggarakan Simposium ‘The 1st Physics and Technologies in Medicine and Dentistry Symposium’ pada tanggal 15-16 Juli 2017 di Margo Hotel Depok.

Simposium tidak hanya menarik dari sisi tema yang diangkat, melainkan juga bagaimana konferensi ini berbeda dengan konferensi yang lain.

“Konferensi ini merupakan wadah publikasi bagi paper-paper yang ‘tidur’ di UIANA,” jelas Kepala Kantor Pengelolaan Produk Riset dan Inovasi UI. Drg Diah Ayu Maharani, SKG, PhD melalui keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Sabtu (15/7).

Diah menambahkan bahwa untuk mengejar keberagaman yang menjadi syarat dari publisher, pihaknya juga mengundang beberapa dari luar UI macam ITB, Malaysia dan Turki. UI menggunakan jaringan yang sudah terbangun baik dengan mengundang editor-editor jurnal international bidang di bidang dentistry and medicine.

Selama ini, UI memiliki penyimpanan karya ilmiah yang dipublikasikan oleh publisher sesuai dengan tipe karya ilmiahnya. Digitalisasi semakin memudahkan arah pengembangan publikasi yang sudah ada. “Setiap karya ilmiah yang diunggah akan mendapatkan no ID yang unik atau DOI lokal,” kata Diah.

Karya ilmiah tersebut, lanjut Diah, akan masuk ke dalam sistem basis data yang menjalankan system anti plagiarism. Sistem ini bisa mendeteksi apabila ada kesamaan dengan karya lainnya.

Kantor Pengelolaan Produk Riset dan Inovasi juga melakukan pengelolaan hingga sedemikian rupa sehingga karya tersebut layak diterbitkan di penerbit yang terindeks. Sistem memudahan UI dalam menghitung aktivitas dosen dalam membimbing atau mengikuti kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan.

Simposium yang digelar kali ini menghasilkan 273 paper yang akan diterbitkan di IOP Journal of Physics Conference Series sebanyak 154 paper, Journal of International Dental and Medical Research (JIDMR) sebanyak 44 paper dan Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (AJPCR) sebanyak 85 paper.

Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi, Prof Dr rer. Nat. Rosari Saleh berharap simposium ini akan memberikan pengaruh signifikan bagi masa depan penelitian. “Penyelenggaraan simposium ini termotivasi oleh hasil dan tanggapan yang positif terhadap penelitian yang meningkat dalam bidang biomedis,” jelasnya.

Fisika merupakan ilmu alam dasar yang aplikasinya berkembang secara universal. Ini termasuk aplikasi dalam bidang diagnostik, perawatan, teknik biomedis, dan sains material dalam kedokteran dan kedokteran gigi. Ilmu biomedis adalah seperangkat ilmu terapan yang menerapkan sebagian sains alami atau sains formal, untuk mengembangkan teknologi yang digunakan dalam perawatan kesehatan. Selanjutnya, fisika digabungkan dalam prinsip dan praktik bioengineering yang digunakan di rumah sakit, industri dan laboratorium penelitian.

Pertemuan ini menjadi forum untuk komunikasi ilmiah dan interaksi antara ilmuwan terkemuka yang bekerja di bidang fisika, kedokteran dan kedokteran gigi. Pada gilirannya, seminar tentang hasil penelitian terbaru akan menyajikan perkembangan mutakhir di lapangan dan membantu memetakan tujuan penelitian di masa depan.